Rabu, 06 Januari 2016

Endball Own Oballom


   Dimana ada kemiskinan, tidak ada kebebasan sejati. Dunia lapar akan tindakan, bukan kata -kata. Saya bangga memakai simbol penyebab global untuk bertindak." 
 Tetapi realita sekarang Dia antara tantangan utama negara indonesia adalah. Kejahatan, pengangguran, korupsi.' 
  kami sebagai OAP  moralitas kita tidak memungkinkan kita meninggalkan teman-teman kita." 
  "Tidak ada alasan mengapa penderita harus menyembunyikan bahwa rakyat Papua telah berada dalam tekanan dari TNI/POLRI 
  ketika Anda diam maka anda mendatangi surat kematian anda sendiri. 
    Kita telah mengalami banyak pembunuhan dari TNI/POLRI terhadap perjuangan bangsa Papua barat. Untuk keadilan sosial dan harapan ðŸŒ  bagi masyarakat  untuk hidup mandiri dan bebas. 
                                          free west Papua 
                                                            freedom  
Endbal Own Obalom

contoh proposal Pkl

TANAMAN KANGKUNG


I.  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
              Kangkung (Ipomoea sp.) dapat ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi.. Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun, termasuk kedalam familiConvolvulaceae. Daun kangkung panjang, berwarna hijau keputih-putihan merupakan sumber vitamin pro vitamin A. Berdasarkan tempat tumbuh, kangkung dibedakan menjadi dua macam yaitu: 1) Kangkung darat, hidup di tempat yang kering atau tegalan, dan  2) Kangkung air, hidup ditempat yang berair dan basah.
              Kangkung tergolong sayur yang sangat populer, karena banyak peminatnya. Kangkung disebut juga Swamp cabbage, Water convovulus, Water spinach. Berasal dari India yang kemudian menyebar ke Malaysia, Burma, Indonesia, China Selatan Australia dan bagian negara Afrika. Kangkung banyak ditanam di Pulau Jawa khususnya di Jawa Barat, juga di Irian Jaya di Kecamatan Muting Kabupaten Merauke kangkung merupakan lumbung hidup sehari-hari. Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar tanaman kangkung darat banyak ditanam penduduk untuk konsumsi keluarga maupun untuk dijual kepsar.
Petanian Organik adalah sebuah bentuk solusi baru guna menghadapi kebuntuan yang dihadapi petani sehubungan dengan maraknya intervensi barang-barang sintetis atas dunia pertanian sekarang ini. Dapat dilihat, mulai dari pupuk, insektisida, perangsang tumbuh, semuanya telah dibuat dari bahan-bahan yang disintesis dari senyawa-senyawa murni (biasanya un organik) di laboratorium. Pertanian organik dapat memberi perlindungan terhadap lingkungan dan konservasi sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, memperbaiki kualitas hasil pertanian, menjaga pasokan produk pertanian sehingga harganya relatif stabil, serta  memiliki orientasi dan memenuhi kebutuhan hidup ke arah permintaan pasar.




II. TEMPAT DAN WAKTU
A.    Tempat
Adapun tempat dan waktu pelaksanaan kuliah lapangan yang dilakukan adalah bertempat sebagai berikut :
Jalan                : Veteran Pasar IV
Kecamatan      : Helvetia
Provinsi           : Sumatera Utara
B.     Waktu
Praktek diselenggarakan pada tanggal 29 Maret 2011 sampai dengan Juni 2011














III.  TINJAUAN  PUSTAKA
A.    Botani tanaman kangkung
Kangkung termasuk suku Convolvulaceae (keluarga kangkung-kangkungan). Kedudukan tanaman kangkung dalam sistematika tumbuh-tumbuhan diklasifikasikan ke dalam:
Divisio             :           Spermatophyta
Sub-divisio      :           Angiospermae
Kelas               :           Dicotyledonae
Famili              :           Convolvulaceae
Genus              :           Ipomoea
Species            :           Ipomoea reptans 
.
1.      Batang
Kangkung darat memiliki warna yang bedah daripada batang tanaan kangkung air.kangkung darat memiliki warnah putih kehijau – hijauan, batang tanaman kangkung darat memiliki ruas – ruas yang lebih besar daripada kangkung yang tumbuh di dalam air.
2.      Daun
Kangkung darat memiliki daun yang lebih kecil dari pada daun kangkung air, sebab kangkung air memiliki daun yang besar dan berwarna hijau pucat, sedangkan daun kangkung darat kecil dan berwarna hijau tua.
3.      Biji
Kangkung darat lebih banyak berbiji dari pada kangkung air. Itu sebabnya kangkung darat diperbanyak lewat biji, sedangkan kangkung air dengan stek pucuk batang.
4.      Akar
Tanaman kangkung memiliki akar yang berserabut, warna akar kangkung darat lebih terang dari pada akar kangkung darat, serta memiliki akar yang lebih kuat dan lebih panjang dari pada kangkung air.


Kangkung  merupakan  tanaman yang tumbuh cepat yang memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih. Kangkung yang dikenal dengan nama Latin Ipomoea reptans terdiri dari 2 (dua) varietas, yaitu Kangkung Darat yang disebut Kangkung     Cina  dan Kangkung Air yang tumbuh   secara   alami di sawah, rawa  atau   parit – parit.
B.     Syarat Tumbuh
1.      Iklim
Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik sepanjang tahun. Kangkung darat dapat tumbuh pada daerah yang beriklim panas dan beriklim dingin
Jumlah curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 500-5000 mm/tahun. Pada musim hujan tanaman kangkung pertumbuhannya sangat cepat dan subur, asalkan di sekelilingnya tidak tumbuh rumput liar. Dengan demikian, kangkung pada umumnya kuat menghadapi rumput liar, sehingga kangkung dapat tumbuh di padang rumput, kebun/ladang yang agak rimbun.
2.      Tanah
Kangkung  darat menghendaki  tanah  yang subur, gembur  banyak   mengandung bahan organik dan tidak dipengaruhi keasaman tanah. Tanaman kangkung darat tidak menghendaki tanah yang tergenang, karena akar akan mudah membusuk. Sedangkan kangkung air membutuhkan tanah yang selalu tergenang air. Tanaman kangkung membutuhkan tanah datar bagi pertumbuhannya, sebab tanah yang  memiliki kelerengan tinggi tidak dapat mempertahankan Kandungan Air secara  baik.
Ada dua jenis penanaman diusahakan: kering dan basah. Dalam keduanya, sejumlah besar bahan organik (kompos) dan air diperlukan agar tanaman ini dapat tumbuh dengan subur. Dalam penanaman kering, kangkung ditanam pada jarak 5 inci pada batas dan ditunjang dengan kayu sangga. Kangkung dapat ditanam dari biji benih atau keratan akar. Ia sering ditanam pada semaian sebelum dipindahkan di kebun. Daun kangkung dapat dipanen setelah 6 minggu ia ditanam.
Disini yang dibudidayakan adalah kangkung darat. Kangkung ini menghendaki tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organic dan tidak mudah menggenang (becek). Penyiapan lahan (pengolahan) tanah bertujuan untuk membersihkan rumput-rumput liar(gulma) dan memperbaiki sifat fisik, kimia dan bioogi tanah (Anonim, 199?).
Tanaman kangkung membutuhkan lahan yang terbuka atau mendapat sinar matahari yang cukup. Di tempat yang terlindung (ternaungi) tanaman kangkung akan tumbuh memanjang (tinggi) tetapi kurus-kurus. Kangkung sangat kuat menghadapi panas terik dan kemarau yang panjang. Apabila ditanam di tempat yang agak terlindung,     maka kualitas daun bagus dan lemas sehingga disukai konsumen serta dapat terjual dengan cepat .

















IV.  RENCANA KEGIATAN
A.   Jadwal Kegiatan

Keterangan

Jadwal
Maret
April
Mei
Juni

4
1
2
3
4
1
2
3
4
5
1
2
3
4

Pembentukan lahan
29














Pemberian pupuk dasar

5













Pembentukan bedengan

5













Penanaman benih


12












Penyiraman
Dialkukan setip hari
Penyulaman



19











Pengendalian gulma
Dilakukan dalam seminggu sekali
Pengendalian HPT







17







Panen













28

Pasca panen













28

Pemasaran













28











B.     Bahan Dan Alat
1.      Bahan  
Dalam melakukan praktik kuliah lapangan yang di lakukan di jln. Veteran, helvet yaitu      :
-          Kebutuhan Benih kangkung
Luaslahan yang di olah Panjang 5 m =  500 cm, Lebar 1,2 m = 120 cm,
karena jarak tanam  yang digunakan 20×20 cm 
jarak tanaman dari setiap ujung/bibir bedengan 10 cm
Jadi :          jadai 120 cm – 20 cm  =          100 cm
   500 cm -  20 cm =          480  cm
Karena jarak antara tanaman 10 cm jadi 100/20  = 5 lubang tanam, dan 480/20 = 24 lubang tanam
24 x 5  =  246 lubang tanam dalam satu bedengan.
Karena dalam satu lubang tabam berisi 3 butir benih kangkung maka
246 x 3 = 720 benih yang saya butuhkan dalam satu bedengan.
Perhitungan biaya       =  benih di beli dari tokoh-tokoh pertanian
                                    Dalam 1 bungkus bibit kangkung =    15000
                                    Dalam satu ikat kangkung berisi ± 15 batang tanaman
                                    Satu ikat kangkung =  Rp 1500
                        Jadi      :  720 / 15        = 48 Satu ikat
                                    48 x Rp 1500  = Rp 72000
-          Kebutuhan pupuk
Kebutuhan pupuk dalam               1 × 1 m           =  10 kg
Luas lahan                                     5 m                =  5 meter
Jadi      :
6  m × 10 kg    =         50 kg/ bedengan.
Perhitungan     : 10 kg pupuk  = Rp 10000
Jadi                  : 10 x 5 x 10,000         =  Rp 50,000.
2.     Alat 
Alat yang di butuhkan dalam pelaksanaan praktik kulaiah lapangan yaitu:
-          Cangkul                 1 Buah
-          Gembor                 1 Buah
-          Meteran                 1 Buah
-          Babat /Parang        1 Buah

C.   Pelaksanaan
1.      Persiapan lahan
a)      Bersihkan rumput liar ( gulma ) dan benda-benda lain seperti batu dan kayu bekas tanaman sebelumnya.
b)      Pengolahan tanah. Tanah dicangkul sedalam ± 20 -30 cm dan dibalikkan, kemudian dikeringkan selama 1 minggu.
c)      Tanah diolah kembali dengan membuang sisa-sisa akar gulma dan tanah digemburkan. Dibuat bedengan dengan lebar 1,2 x 5 M, jarak antara bedeng 1 M.
d)     Disebar pupuk kandang berupa kotoran sapi bercampur tatai kayu sambil dicampurkan merata dengan tanah.
e)      Biarkan 1 minggu dengan keadaan tanah bedengan yang sudah diratakan dengan pupuk kandang.
f)       Penanaman
Penanaman kangkung darat dilakukan pada sore hari yaitu jam 16.00 sampai 18.00. Hal ini bertujuan agar benih setelah ditanam tidak langsung mendapat udara kering sehingga benih cepat berkecambah.
g)      Penyiraman
Air diambil dengan menggunakan ember. Untuk penyiraman dilakukan 2 kali sehari yakni pada sore dan pagi hari. Untuk kedua komoditas dengan menggunakan alat gembor.






h)      Penyiangan
Rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman harus dibersihkan karena akan menjadi pesaing terhadap kebutuhan air, sinar matahari, unsur hara dan biasanya sering menjadi sarang hama seperti ulat. Penyiangan rumput-rumput ini dilakukan dengan cara mencabut, terkadang rumput sudah tidak mungkin lagi dicabut dengan tangan maka dipakai alat bantu cangkul.
Waktu penyiangan tergantung keadaan populasi dan pertumbuhan gulma. Penyiangan yang dilakukan untuk tanaman kangkung dan bayam sama.
i)        Penyulaman
Penyulaman hannya dilakukan pada tanaman kangkung. Penyulaman ini dilakukan setelah kangkung berumur 5 hari setelah tanam. Yakni mengganti benih yang tidak tumbuh dan pertumbuhan kerdil.
j)        Pemupukan
Pemupukan hanya dilakukan 1 kali yakni pertama kali tanam dengan pupuk kandang berupa kotoran sapi/hasil permentasih dedaunan. Karena tanaman yang diharapkan adalah tanaman sayuran organik.
k)      Panen
Panen pertama sudah bisa dilakukan pada hari ke 12. Saat ini kangkung sudah tumbuh dengan panjang batang kira-kira 20-25 cm. Ada pula yang mulai memangkas sesudah berumur 1,5 bulan dari saat penanaman.








PLOT
Gbr : jarak tanam di bedengan
 
                                                                               10 cm































 





                                                                                 5 m










 




                                                           20 cm


 



                                       120 cm
                 10 cm
Keterangan :
1.      Jarak tanaman 20 x 20 cm
2.      Jumlah lubang tanam 5 x 24   = 246 lubang tanam dalam satu bedengan
3.      246 x 3 benih/lubang   = 720 dalam satu bedengan
4.      Jarak dari bibir bedengan 10 cm

DAFTAR PUSTAKA
 Anonim. (199?). Kangkung. ASRI.

Eko Widiyanto. (1991). Sinar Tani. Bercocok Tanam Kangkung Darat. Sinar Tani.

Git. (1993). Kangkung Darat Dua Puluh Hari Sudah Bisa Dipanen.

Hieronymus Budi Santoso (1990). Kangkung Darat Kangkung Air. Suara Karya Minggu.
http://www.Contoh Makalah Budidaya Tanaman Kangkung Dan Bayam.
Mulya, Sarja (1979). Kangkung Darat. Majalah Trubus.